UAS Hadapi Aksi Penolakan Saat Tiba di Kutai Barat

Harian Berita — Agenda ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, sempat diwarnai aksi penolakan dari sekelompok warga. Insiden tersebut terjadi saat rombongan UAS baru tiba di wilayah itu untuk menghadiri rangkaian kegiatan keagamaan pada Jumat (3/7).

Sejumlah orang yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Dayak menghadang kendaraan yang diduga membawa UAS di pintu keluar bandara. Aksi itu sempat menarik perhatian masyarakat karena videonya beredar luas di media sosial.

Kasi Humas Polres Kutai Barat, Iptu Sukoco, membenarkan adanya aksi penyampaian aspirasi tersebut. Berdasarkan data kepolisian, massa yang berkumpul diperkirakan berjumlah sekitar 20 hingga 25 orang.

Menurut Sukoco, aparat keamanan telah bersiaga sejak awal untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Polisi bersama personel TNI langsung melakukan pengamanan agar situasi tetap terkendali dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.

Sebelumnya, UAS dijadwalkan menghadiri Tablig Akbar di kawasan Islamic Center Masjid Al-Muttaqin, Kecamatan Melak. Selain mengisi ceramah, pendakwah tersebut juga dijadwalkan menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning.

Rencana kedatangan UAS sebenarnya telah dibahas dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga tokoh adat. Dari hasil pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat memberikan izin agar kegiatan keagamaan tetap berlangsung.

Polisi Alihkan Kendaraan UAS Demi Hindari Kerumunan

Walaupun telah melalui proses koordinasi, aksi penolakan tetap terjadi saat rombongan UAS keluar dari area bandara. Dalam video yang beredar, beberapa orang terlihat menghentikan kendaraan yang mereka yakini ditumpangi UAS. Bahkan, sebagian massa sempat menaiki kendaraan tersebut untuk memastikan keberadaan sang pendakwah.

Kelompok yang melakukan aksi menyampaikan penolakan karena mengaku khawatir ceramah UAS dapat memicu perbedaan pandangan di tengah masyarakat. Mereka menyampaikan aspirasi tersebut secara langsung di lokasi kedatangan.

Namun, aparat keamanan telah menyiapkan langkah antisipasi. Polisi memindahkan UAS ke kendaraan lain sebelum rombongan memasuki gerbang bandara sehingga perjalanan menuju lokasi acara dapat berlangsung tanpa hambatan.

Iptu Sukoco menjelaskan kendaraan yang dihentikan massa bukan lagi kendaraan yang ditumpangi UAS. Saat massa memeriksa isi mobil tersebut, pendakwah asal Riau itu sudah lebih dahulu melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan berbeda.

Strategi tersebut dinilai efektif untuk menghindari potensi gesekan yang lebih besar sekaligus menjaga keamanan seluruh pihak yang berada di lokasi.

Hingga kegiatan selesai, situasi di Kutai Barat dilaporkan tetap aman dan kondusif. Aparat kepolisian bersama TNI terus melakukan pengamanan selama rangkaian acara berlangsung guna memastikan seluruh agenda keagamaan dapat berjalan dengan tertib.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena memperlihatkan pentingnya koordinasi antara penyelenggara, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban pada setiap kegiatan yang melibatkan tokoh nasional.

Dengan pengamanan yang cepat dan terukur, potensi konflik dapat dicegah sehingga masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas secara normal.